Jumat, 08 Juli 2016

PENGANTAR ELEKTRO AKUPUNKTUR/Lembaga Pendidikan Akupuntur Bogor)



PENGANTAR   ELEKTRO  AKUPUNKTUR


Dasar-dasar Elektro Akupunktur (EAP)
1816 dr. Louis Berlioz dari Perancis telah mengemukakan aplikasi aliran listrik dalam pengobatan akupunktur
1825 dr. Sarlandiere juga mengemukakan efek EAP dalam menanggulangi berbagai macam penyakit
1934    Dimulainya penggunaan aliran listrik dalam pengobatan akupunktur sebagai pengganti manipulasi getaran-getaran dengan jari tangan pada jarum
1958 EAP digunakan lebih efektif dan intensif ketika diketahui EAP dapat menghasilkan stadium analgesik (mati rasa) yang dapat dipraktekkan dalam perasat bedah
Elektro Akupunktur :
Menurut dr. Roger Dela Fuye (Perancis), “ Semua tindakan akupunktur yang menggunakan peralatan elektronika yang memanfaatkan tenaga listrik”
Dalam pengguanaannya EAP merupakan :
o  Pengganti jarum dengan tangan
o  Pengaturan energi dalam tubuh manusia sesuai dengan falsafah tradisional
o  Energi vital (Qi), biolistrik atau hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan dalam jaringan hidup
Prinsip Dasar Cara Kerja EAP :
  1. Alat EAP :
o  Pencari (pengukur) titik
o  Perangsang titik
  1. Dapat ditentukan :
o  Lokasi titik
o  Besar tahanan listriknya
  1. Elektroda positif (Anoda) ‘kabel merah’ logam silindris digenggam salah satu tangan dan elektroda negatif (katoda) ‘kabel hitam’ . ‘Kabel Biru’, untuk mencari titik (eksploring elektroda), menurut kebalikannya.
  2. Yang dapat meningkatkan tahanan listrik kulit : lemak, kosmetik, kering, keras
  3. Gangguan dalam peralatan EAP terjadi penurunan tahanan listrik kulit
  4. Yang dapat menurunkan tahanan lestrik kulit kelembaban, basah, penekanan elektroda pencari terlampau keras, penempelan yang terlampau lama
  5. Kuat arus listrik yang tepat, biasanya berkisar : 80µA-200µA
  6. Kuat arus terlalu lemah atau berlebihan tidak dapat membedakan titik akupunktur dengan jaringan sekitarnya
  7. Bagian perangsangan titik memiliki tombol pengatur kekuatan (intensitas) arus listrik frekuensi gelombang, irama perangsangan,ada yang dilengkapi pencatat waktu (timer)
  8. Gelombang → konstan (tertentu)
  9. Perangsangan → arus listrik yang berpoloasi baik searah maupun bolak-balik
  10. Rangsangang : tergantung penderita
  11. Irama rangsang : kontinyu, intermittent (diskontinyu), rapat renggang (dense disperse) dapat bergantian – indikasinya
  12. Frekuensi gelombang : 10.000 Hz
  13. Elektroda,lempengan, penjepit jarum,logam bulat, bentuk cincin
  14. Petunjuk umum :
o  Elektroda dihubungkan jarum atau langsung
o  Frekuensi sesuai kebutuhan
o  Pengatur kekuatan kerangka nol
o  Daya (power) → ON
o  Perbesar perlahan → sesuai toleransi
o  Lama pengobatan bervariasi
o  Kekuatan rangsang dapat disesuaikan
o  Spasme, kerutan otot
o  Semua kembali semula


Keuntungan EAP :
o  Menghemat tenaga
o  Dapat beberapa pasien sekaligus
o  Dapat menghasilkan tingkat rangsangan yang diperlukan
o  Rangsangan teratur
o  Pasiren merasa aman

Kontra Indikasi :
o  Penderita gangguan impuls jantung
o  Kehamilan terutama trimester pertama
o  Penderita yang mempergunakan pacu jantung
o  Penderita yang mempergunakan implantasi logam

Fibrilasi Otot Jantung
Gejala :
o  Penderita kehilangan kesadaran
o  Denyut jantung 250 – 400X / menit
o  Jantung tak dapat memompa darah ke seluruh tubuh
Tindakan :
o  EAP dimatikan
o  Jarum dicabut
o  Penderita
o  Dibaringkan dengan kepala agak lebih rendah dari kaki
o  Tekan bagian tengah dada depan kuat-kuat dengan sisi telapak tangan yang dikepalkan
Shock Listrik :
1. Dapat terjadi karena;
o  EAP yang di-On-kan potensiometernya pada skala intensitas tinggi
o  Konsleting dari aliran listriknya
2. Tindakan ;
o  Pada DC shock : arus dikecilkan secara bertahap
o  Pada AC shock : arus dilepaskan seketika

Jarum Patah, dilakukan tindakan :
o  Cabut dengan pinset/magnit
o  Kirim ke dokter
 Jarum Terjepit, dilakukan tindakan :
Ditunggu beberapa saat dengan harapan melemanya otot yang menjepit, kompres dan pijat sekitar jarum
Jarum Bengkok,;
Dapat terjadi karena kontraksi kuat pada otot sekitar jarum, dilakukan tindakan :
o  Rangsangan dihentikan
o  Penderita rileks
o  Jarum dicabut pelan-pelan
Luka Bakar ;
Dapat terjadi dari panas yang timbul, dilakukan tindakan  pengompresan dan kirim ke dokter bila perlu.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar