Jumat, 08 Juli 2016

Teknik Terapi Akupunktur dan Moksibusi



Teknik Terapi Akupunktur dan Moksibusi

  1. Kegunaan alat-alat akupunktur utama dan penunjang yang dipergunakan dalam melakukan terapi

  1. Jarum, digunakan sebagai sarana untuk memberikan rangsangan, perawatan, pemeliharaan dan peningkatan, atau juga bisa untuk mengeluarkan darah pada titik-titik tertentu. Terdiri dari :

JARUM PRISMA
(SAN LIN CEN)

Pengeluaran darah untuk penyakit-penyakit dengan penyumbatan dalam saluran Luo. Pembekuan darah dengan akibat peredaran darah menjadi tidak lancar. Pemacetan Qi dalam saluran meridian. Sindrom Shi khusus dipakai dalam manipulasi cara pelemahan
JARUM KULIT (PIFUCEN)

Untuk merangsang Qi dalam saluran-saluran Luo kecil pada permukaan kulit, karena itu merangsang pula meridian Zang-Fu
JARUM PEMANAS

Setelah jarum halus ditusukkan ke pasien, batang jarum diberi moxa yang sudah dipotong kecil sebesar kira-kira 1 cun, lalu dibakar sehingga menimbulkan rasa hangat yang disalurkan dari jarum ke meridian tubuh pasien.

MOXA

-          Digunakan untuk memberikan efek panas pada titik tertentu untuk mengembalikan keseimbangan energi
-          Menghayati peredaran Qi Xue sehingga menjadi lancar, mengusir penyebab Yin Han (Yin Dingin)
-          Menghayati Yang, memperbaiki denyut nadi, menolong dari bahaya kematian
-          Mencegah penyakit, menguatkan daya tahan tubuh

  1. Energi listrik, digunakan untuk meningkatkan respon pada sel dan jaringan pada tubuh manusia.


  1. TEKNIK PENUSUKAN, INDIKASI DAN CARA PENUSUKAN
A
KECEPATAN
Menentukan Penguatan dan Pelemahan
Penguatan penusukan dilakukan dengan perlahan-lahan bertahap (3 tahap ; tahap langit, manusia dan tahap bumi), pada pencabutan harus cepat langsung ujung jarum tiba dibawah kulit
B
PENANAMAN-PENCABUTAN Menentukan Penguatan dan Pelemahan
Cara pelemahan-penguatan berdasarkan kekuatan tangan serta kecepatan jari pada penanaman dan pencabutan jarum
C
PERPUTARAN
Menentukan Penguatan dan Pelemahan
Cara penguatan-pelemahan berdasarkan pada arah perputaran kekiri atau kekanan serta bertenega atau tidak bertenaga
D
MENGIKUTI-MELAWAN ARAH Meridian Menentukan Penguatan-Pelemahan
Pada penusukan miring atau mendatar arah jarum  mengikuti aliran Qi. Pada meridian adalah penguatan, melawan arah adalah pelemahan
E
MEMBUKA-MENUTUP Menentukan Penguatan-Pelemahan
Dengan dasar menutup atau membiarkan terbuka lubang bekas tusukan
F
MENYAMBUT-MENGANTAR Menentukan Penguatan dan Pelemahan
Penyambutan dan pengantaran terhadap Qi organ dalam badan sesuai dengan waktu piketnya
G
EKSPRESI-INSPIRASI Menentukan Pelemahan-Penguatan
Penguatan :
Pada saat ekspresi jarum ditusukkan menunggu inspirasi dilakukan penarikan jarum, udara keluar – jarum masuk, udara masuk jarum keluar

Pelemahan :
Inspirasi jarum ditusukkan, ekspresi jarum dicabut
H
LAMANYA JARUM
ditinggal Menentukan Penguatan – Pelemahan
Penguatan : Setelah mendapat Qi, tidak lama ditinggal langsung dicabut kambuh

Pelemahan : Sekalipun Qi telah didapat jarum ditinggalkan sampai Qi menyebar dengan sendirinya.
I
SEMBILAN – ENAM Menentukan Penguatan-Pelemahan
Dalam penguatan diambil jumlah 9 atau 3x9 (27 kali)
Dalam pelemahan diambil 6 atau 3x6 ( 18 kali)
Pada penyakit berat maka jumlah itu berubah menjadi 7 untuk Penguatan dan 6 untuk Pelemahan

.

TEKNIK TERAPI AKUPUNKTUR DAN MOKSIBUSI

1. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun rencana terapi

a. Menentukan alat yang digunakan dalam terapi
Ø  menggunakan jarum
Ø  menggunakan moxa
Ø  menggunakan keduanya, jarum dan moxa

b. Menentukan itik yang dipakai dalam terapi, yakni :
Ø  titik causal
-          jika kelainan pada meridian, titiknya Luo, Su dan U-Su
-          jika kelainan pada organ Zang, titiknya Shu Belakang dan titik Yuan
-          jika kelainan pada organ Fu, titiknya Mu, He/He Bawah
Ø  titik symptomatis, merupakan titikpelengkap jika ada keluhan tambahan

 c. Tentukan Teknik Manipulasi
 d. Menentukan Jadwal Terapi
 e. Anjuran
 f. Prognosis

2. Hal-hal yang mempengaruhi dalam menentukan jadwal terapi

-          dilihat dari kelainannya, penyakit tersebut baru (akut) atau  lama (kronis)
-          jenis penyakitnya ; Xu/Shi, panas/dingin, luar/dalam

3.  a. Prognosis adalah proses perjalanan dari suatu kelainan/penyakit.

     b.. Hal-hal yang mempengaruhi prognosis
            - Lama atau barunya penyakit
            - Tingkat Kronis/akutnya suatu penyakit
- Tingkat kesadaran Pasien
            - Hasil diagnosa dokter

 

TEKNIK PENUSUKAN DAN MOKSIBUSI, LATIHAN DIAGNOSIS, LATIHAN PENUSUKAN JARUM


Lakukan penusukan sedasi antar teman atau pada diri sendiri

→ dilakukan pada diri sendiri pada titik LR3 (Taycung), selama 20 menit

Lakukan penusukan tonifikasi antar teman atau pada diri sendiri

→ dilakukan pada teman pada titik KI3 (Taixi), selama 10 menit

Kapan boleh dilakukan terapi moksibusi, bagaimana tekniknya

Moxa digunakan untuk kasus kelainan yang bersifat Dingin, tekniknya dibakar dan dihangatkan pada titik-titik akupunktur.

Macam-macam Moxa

o  Moxa kerucut, jenis moxa yang dibentuk menyerupai kerucut yang dibawahnya menggunakan alas dari jahe, bawang merah atau garam (untuk dipusar).
o  Moxa Jarum, jenis moxa yang dipotong-potong kecil kemudian ditancapkan pada jarum akupunktur yang sudah ditusukkan ke pasien.
o  Moxa silinder,  jenis moxa panjang yang digunakan ke pasien.


 
TEKNIK PENUSUKAN DAN MOKSIBUSI, LATIHAN DIAGNOSIS, LATIHAN PENUSUKAN JARUM


Lakukan pemerikasaan, analisa dengan 4 cara pemeriksaan, tuliskan diagnosanya dengan baik dan benar

1. Keluhan Utama       : Batuk Berdarah
2. Letak Kelainan        : Organ Paru
3. Jenis Kelainan         : Shi
4. Sifat Kelainan          : Panas (Re)
5. Penyebab Penyakit            : Penyebab Penyakit Golongan III (karena adaptasi yang salah)

Kesimpulan                 : Batuk Berdarah karena Shi Paru akibat Penyebab Penyakit    Gol. III yaitu adaptasi yang salah.

Buatlah rencana terapi pada pasien

1. Jenis terapi              : Akupunktur
2. Alat terapi                : Jarum
3. Titik akupunktur      :
o  Causal       : BL13 (shu belakang paru) dan LU9 (yuan paru)
                          LU5 (titik anak/sedasi)
o  Symptom  : LU7 dan KI6 (TIMI untuk paru-paru dan diagfragma)
                          CV22 (Ase-Point)
                          ST36 (untuk meningkatkan stamina)
4. Teknik manipulasi
            Sie (sedasi), pada titik BL13, LU9 dan LU5
            Bu (tonifikasi),pada titik LU7, KI6, ST36 dan CV22
5. Jadwal Terapi         : 2 X seminggu
6. Anjuran                    : merubah kebiasaan hidup, yaitu :
                                    - makan teratur
                                    - berhenti rokok
                                    - rileks
7. Prognosis                : Baik


Ikutilah Pelatihan Akupuntur, Bekam dan Herbal dengan murah dan terjangkau besertifikat Nasional diakui Dinas Pendidikan dan Kesehatan dan Alhamdulillah banyak peserta didik yang ikut Pelatihan di LKP ELPIKHI BINA HUSADA yang sudah berpraktek atau kerja di Klinik Pengobat Kesehatan Tradisional
untuk keterangan lebih lanjut silahkan Hubungi Nomor Kontak Kami 081310455344 atau 085814298987
atau silahkan klink :www.lkpelpikhi.com



Teknik Terapi Akupunktur dan Moksibusi

  1. Kegunaan alat-alat akupunktur utama dan penunjang yang dipergunakan dalam melakukan terapi

  1. Jarum, digunakan sebagai sarana untuk memberikan rangsangan, perawatan, pemeliharaan dan peningkatan, atau juga bisa untuk mengeluarkan darah pada titik-titik tertentu. Terdiri dari :

JARUM PRISMA
(SAN LIN CEN)

Pengeluaran darah untuk penyakit-penyakit dengan penyumbatan dalam saluran Luo. Pembekuan darah dengan akibat peredaran darah menjadi tidak lancar. Pemacetan Qi dalam saluran meridian. Sindrom Shi khusus dipakai dalam manipulasi cara pelemahan
JARUM KULIT (PIFUCEN)

Untuk merangsang Qi dalam saluran-saluran Luo kecil pada permukaan kulit, karena itu merangsang pula meridian Zang-Fu
JARUM PEMANAS

Setelah jarum halus ditusukkan ke pasien, batang jarum diberi moxa yang sudah dipotong kecil sebesar kira-kira 1 cun, lalu dibakar sehingga menimbulkan rasa hangat yang disalurkan dari jarum ke meridian tubuh pasien.

MOXA

-          Digunakan untuk memberikan efek panas pada titik tertentu untuk mengembalikan keseimbangan energi
-          Menghayati peredaran Qi Xue sehingga menjadi lancar, mengusir penyebab Yin Han (Yin Dingin)
-          Menghayati Yang, memperbaiki denyut nadi, menolong dari bahaya kematian
-          Mencegah penyakit, menguatkan daya tahan tubuh

  1. Energi listrik, digunakan untuk meningkatkan respon pada sel dan jaringan pada tubuh manusia.








  1. TEKNIK PENUSUKAN, INDIKASI DAN CARA PENUSUKAN
A
KECEPATAN
Menentukan Penguatan dan Pelemahan
Penguatan penusukan dilakukan dengan perlahan-lahan bertahap (3 tahap ; tahap langit, manusia dan tahap bumi), pada pencabutan harus cepat langsung ujung jarum tiba dibawah kulit
B
PENANAMAN-PENCABUTAN Menentukan Penguatan dan Pelemahan
Cara pelemahan-penguatan berdasarkan kekuatan tangan serta kecepatan jari pada penanaman dan pencabutan jarum
C
PERPUTARAN
Menentukan Penguatan dan Pelemahan
Cara penguatan-pelemahan berdasarkan pada arah perputaran kekiri atau kekanan serta bertenega atau tidak bertenaga
D
MENGIKUTI-MELAWAN ARAH Meridian Menentukan Penguatan-Pelemahan
Pada penusukan miring atau mendatar arah jarum  mengikuti aliran Qi. Pada meridian adalah penguatan, melawan arah adalah pelemahan
E
MEMBUKA-MENUTUP Menentukan Penguatan-Pelemahan
Dengan dasar menutup atau membiarkan terbuka lubang bekas tusukan
F
MENYAMBUT-MENGANTAR Menentukan Penguatan dan Pelemahan
Penyambutan dan pengantaran terhadap Qi organ dalam badan sesuai dengan waktu piketnya
G
EKSPRESI-INSPIRASI Menentukan Pelemahan-Penguatan
Penguatan :
Pada saat ekspresi jarum ditusukkan menunggu inspirasi dilakukan penarikan jarum, udara keluar – jarum masuk, udara masuk jarum keluar

Pelemahan :
Inspirasi jarum ditusukkan, ekspresi jarum dicabut
H
LAMANYA JARUM
ditinggal Menentukan Penguatan – Pelemahan
Penguatan : Setelah mendapat Qi, tidak lama ditinggal langsung dicabut kambuh

Pelemahan : Sekalipun Qi telah didapat jarum ditinggalkan sampai Qi menyebar dengan sendirinya.
I
SEMBILAN – ENAM Menentukan Penguatan-Pelemahan
Dalam penguatan diambil jumlah 9 atau 3x9 (27 kali)
Dalam pelemahan diambil 6 atau 3x6 ( 18 kali)
Pada penyakit berat maka jumlah itu berubah menjadi 7 untuk Penguatan dan 6 untuk Pelemahan

.

TEKNIK TERAPI AKUPUNKTUR DAN MOKSIBUSI

1. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun rencana terapi

a. Menentukan alat yang digunakan dalam terapi
Ø  menggunakan jarum
Ø  menggunakan moxa
Ø  menggunakan keduanya, jarum dan moxa

b. Menentukan itik yang dipakai dalam terapi, yakni :
Ø  titik causal
-          jika kelainan pada meridian, titiknya Luo, Su dan U-Su
-          jika kelainan pada organ Zang, titiknya Shu Belakang dan titik Yuan
-          jika kelainan pada organ Fu, titiknya Mu, He/He Bawah
Ø  titik symptomatis, merupakan titikpelengkap jika ada keluhan tambahan

 c. Tentukan Teknik Manipulasi
 d. Menentukan Jadwal Terapi
 e. Anjuran
 f. Prognosis

2. Hal-hal yang mempengaruhi dalam menentukan jadwal terapi

-          dilihat dari kelainannya, penyakit tersebut baru (akut) atau  lama (kronis)
-          jenis penyakitnya ; Xu/Shi, panas/dingin, luar/dalam

3.  a. Prognosis adalah proses perjalanan dari suatu kelainan/penyakit.

     b.. Hal-hal yang mempengaruhi prognosis
            - Lama atau barunya penyakit
            - Tingkat Kronis/akutnya suatu penyakit
- Tingkat kesadaran Pasien
            - Hasil diagnosa dokter
















TEKNIK PENUSUKAN DAN MOKSIBUSI, LATIHAN DIAGNOSIS, LATIHAN PENUSUKAN JARUM


Lakukan penusukan sedasi antar teman atau pada diri sendiri

→ dilakukan pada diri sendiri pada titik LR3 (Taycung), selama 20 menit

Lakukan penusukan tonifikasi antar teman atau pada diri sendiri

→ dilakukan pada teman pada titik KI3 (Taixi), selama 10 menit

Kapan boleh dilakukan terapi moksibusi, bagaimana tekniknya

Moxa digunakan untuk kasus kelainan yang bersifat Dingin, tekniknya dibakar dan dihangatkan pada titik-titik akupunktur.

Macam-macam Moxa

o  Moxa kerucut, jenis moxa yang dibentuk menyerupai kerucut yang dibawahnya menggunakan alas dari jahe, bawang merah atau garam (untuk dipusar).
o  Moxa Jarum, jenis moxa yang dipotong-potong kecil kemudian ditancapkan pada jarum akupunktur yang sudah ditusukkan ke pasien.
o  Moxa silinder,  jenis moxa panjang yang digunakan ke pasien.





























TEKNIK PENUSUKAN DAN MOKSIBUSI, LATIHAN DIAGNOSIS, LATIHAN PENUSUKAN JARUM


Lakukan pemerikasaan, analisa dengan 4 cara pemeriksaan, tuliskan diagnosanya dengan baik dan benar

1. Keluhan Utama       : Batuk Berdarah
2. Letak Kelainan        : Organ Paru
3. Jenis Kelainan         : Shi
4. Sifat Kelainan          : Panas (Re)
5. Penyebab Penyakit            : Penyebab Penyakit Golongan III (karena adaptasi yang salah)

Kesimpulan                 : Batuk Berdarah karena Shi Paru akibat Penyebab Penyakit    Gol. III yaitu adaptasi yang salah.

Buatlah rencana terapi pada pasien

1. Jenis terapi              : Akupunktur
2. Alat terapi                : Jarum
3. Titik akupunktur      :
o  Causal       : BL13 (shu belakang paru) dan LU9 (yuan paru)
                          LU5 (titik anak/sedasi)
o  Symptom  : LU7 dan KI6 (TIMI untuk paru-paru dan diagfragma)
                          CV22 (Ase-Point)
                          ST36 (untuk meningkatkan stamina)
4. Teknik manipulasi
            Sie (sedasi), pada titik BL13, LU9 dan LU5
            Bu (tonifikasi),pada titik LU7, KI6, ST36 dan CV22
5. Jadwal Terapi         : 2 X seminggu
6. Anjuran                    : merubah kebiasaan hidup, yaitu :
                                    - makan teratur
                                    - berhenti rokok
                                    - rileks
7. Prognosis                : Baik