Jumat, 08 Juli 2016

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT SANITASI DAN KESEHATAN LINGKUNGAN



ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
 SANITASI DAN KESEHATAN LINGKUNGAN

Penyakit-penyakit Menular

Penyakit Anjing Gila (Rabies)

Rabies adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh virus yang menyerang susunan syaraf pusat dan bersifat menular kepada manusia (zoonosis). Korbannya selalu berakhir dengan kematian, kasus kematiannya 100%. Umumnya manusia dan sapi merupakan induk semang terkahir, artinya tidak meneruskan penularan rabies.Di Indonesia vektor utamanya adalah anjing gelandangan dan liar.

Symptom
Siklus pada anjing :
o  Mudah terusik dan gelisah
o  Sulit bernafas dan liur menetes
o  Meraung liar dan menggigit
o  Setelah menggigit menusia, dia akan kejang,lumpuh dan mati
Siklus pada manusia :
Manusia yang sudah tertular (digigit) anjing rabies, umumnya akan menampakkan tanda-tanda :
o  Penderita gelisah dan sulit bicara
o  Kontraksi otot dan kejang
o  Nyeri kepala, demam, sulit menelan
o  Rasa nyeri sekitar luka gigitan
o  Otot pernapasan lumpuh dalam waktu 2-10 hari akan meninggal

Penyakit Toxoplasmosis

Toxoplasmosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh protozoa, yang infeksinya secara klinis tidaklah nyata, dan akan menjadi nyata dalam kondisi spesial yang belum diketahui sepenuhnya mengapa demikian.
Toxoplamosis berbiak didalam sel darah putih (leukosit), jaringan parenkhim dan sel endotel, pada infeksi akut dia akan bergerak bebas salam jaringan dan cairan tubuh. Penyakit ini juga dapat disalurkan kepada anak (fetus) yang sedang dalam kandungan melalui jalur ari-ari (plasenta), sehingga ibu yang mengandung dan terinfeksi penyakit ini akan mengalami keguguran.

Symptom
Pada hewan (toxoplasmosis berjalan akut dan umum):
o  Demam, batuk, kesulitan bernafas, nafsu makan hilang
o  Diare, jaundice (penyakit kuning bukan virus),
o  Disfungsi dari syaraf pusat
o  Pada pasca mati, ditemukan lesi-lesi dan peradangan
Pada manusia
Dari ari-ari yang digugurkan terdapat lesi-lesi dalam kotiledon (bercak putih jaringan mati yang rata-rata berdiameter 2 mm)
Dari bayi yang digugurkan mungkin ditemukan leukoencephalomalacia dan glial nodules, dimana bagian tengahnya menunjukkan nekrotik dan mineralisasi.


Penyakit Tuberculosis

Merupakan salah satu penyakit infeksi bersifat persisten dan menahun (kronis), namun adakalanya berjalan akut dan progresif, terutama pada hewan muda. Penyakit ini akan membentuk benjolan-benjolan (tubercles) disertai perkijuan dan perkapuran, khususnya didalam jaringan paru-paru, kemudian melalui sirkulasi limfe akan menyebar ke jaringan lainnya. Bakteri tuberculosis tidak membentuk spora, tidak bergerak, dinding selnya berlapis lilin.

Symptom
Pada hewan
Gejala baru terlihat apabila penyakit berlanjut, yaitu :
o  Kondisi tubuh menurun, kurang nafsu makan
o  Terdapat pembengkakan pada tulang dan sendi hewan, sehingga mudah diraba
o  Susah bernafas, kekurusan, demam yang turun-naik
o  Pada kelenjar susu terdapat pengerasan
Pada manusia
o  Akan membentu koloni tebal, kering dan keriput
o  Pada tipe bovin (sapi), kasar dan kering, pada tipe avian , tebal, halus dan agak lembab
o  Lesi-lesi bila terlokalisasi akan membentuk semacam tumor
o  Gejala penyakit tuberkulosis adalah : batuk lebih dari 3 minggu, demam, berkeringat pada malam hari tanpa kegiatan, berat badan menurun. 



PENYAKIT DEMAM BERDARAH

1. Etiologi
Penyakit Demam Berdarah (DBD) adalah penyakit menular berbahaya yang disebabkan oleh virus , menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan perdarahan, dapat menimbulkan kematian , penyebab penyakit adalah virus yang menggangu pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan- perdarahan.

2. Gejala Penyakit
Gejala penyakit DBD adalah:
1.    Mendadak panas tinggi selama 2 - 7 hari, tampak lemah lesu suhu badan antara 38ºC sampai 40ºC atau lebih.
2.    Tampak binti-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang.
    1. Kadang-kadang perdarahan di hidung ( mimisan).
    2. Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah
    3. Tes Torniquet positif
    4. Adanya perdarahan yang petekia, akimosis atau purpura
    5. Kadang-kadang nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lumbung
8.    Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin Berkeringat Perdarahan selaput lendir mukosa, alat cerna gastrointestinal, tempat suntikan atau ditempat lainnya
    1. Hematemesis atau melena
    2. Trombositopenia ( =100.000 per mm3)
11.  Pembesaran plasma yang erathubungannya dengan kenaikan permeabilitas dinding pembuluh darah, yang ditandai dengan munculnya satu atau lebih dari:
      1. Kenaikan nilai 20% hematokrit atau lebih tergantung umur dan jenis kelamin
      2. Menurunnya nilai hematokrit dari nilai dasar 20 % atau lebih sesudah pengobatan
      3. Tanda-tanda pembesaran plasma yaitu efusi pleura, asites, hipo –proteinaemia

1. Etiologi
Penyakit Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus Plasmodium Masa tunas/inkubasi penyakit ini dapat beberapa hari sampai beberapa bulan.
2. Gejala Penyakit
Gejala klasik adalah : suatu parokisme yang terdiri dari 3 stadium, yaitu :
    • Mengigil 15 - 60 menit
    • Demam 2 - 6 jam
Timbul setelah penderita mengigil, demam biasanya suhu sekitar 37,5 - 40 derajat, pada penderita hiper parasitemia (> 5%) suhu meningkat sampai > 40 derajat celsius berlangsung
      • Berkeringat selama 2-4 jam, timbul setelah demam terjadi akibat gangguan metabolisme.

HIV/AIDS

1. Etiologi
AIDS (Aquared Immune Defeciency Syndrome) adalah kumpulan gejala penyakit yang timbul akibat menurunnya kekebalan tubuh yang didapat.

2. Gejala Penyakit
Gejala mayor : berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
    • Diare khronis lebih dari 1 bulan
    • Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
    • Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis.
Gejala minor
    • Batuk menetap lebih dari 1 bulan
    • Gangguan kulit pada seluruh tubuh
    • Herpes zoster berulang
    • Herpes simpleks kronis
    • Pembesaran kelenjar limpa
    • Infeksi jamur pada alat kelamin wanita
    • Jamur di sekitar mulut

1. Etiologi
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri gram positip yang disebut Bacillus anthracis, yang biasanya menyerang hewan seperti sapi, kuda, kambing, burung unta.

2. Gejala Penyakit
1.    Anthrax kulit
Bila penularan melalui kulit atau selaput lendir. Timbul bercak kemerahan pada daerah kulit yang cepat berubah menjadi bintil atau benjolan yang berair dengan warna ungu kehitaman di bagian tengahnya. Kulit disekitarnya membengkak dan muncul bintil-bintil baru, kelenjar getah bening disejitarnya membesar. Benjolan bagian tengah akan mengalami necrosis dan pecah. Penderita mengalami lesu dan demam sakit kepala, mual dan muntah. Bila kuman sudah menjalar ke pembuluh darah maka akan tejadi sepsis .
2.    Anthrax Paru-paru
Bila melalui udara pernafasan penderita akan mengalami demam, sakit kepala dan lemah sesak nafas. Pada pemeriksaan paru-paru menunjukkan pnemonia.
3.    Anthrax Sepsis
Merupakan kelanjutan kedua bentuk diatas, atau kadang-kadang terjadi secara langsung tanpa melalui bentuk diatas. Pendedrita berkeringat, sianosis, dan syok. Pada kasus tertentu dapat mengalami radang selaput otak (meningitis haemorhagika)

 

Defenisi
Suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja , yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekwensi berak lebih dari biasanya. (3 kali atau lebih dalam 1 hari).

Faktor yang mempengaruhi diare :
Lingkungan  
Gizi  
Kependudukan
Pendidikan  
Sosial Ekonomi   
Perilaku Masyarakat

Penyebab terjadinya diare :
Peradangan usus oleh agen penyebab :
  1. bakteri , virus, parasit ( jamur, cacing , protozoa)
  2. Keracunan makanan/minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan kimia
  3. Kurang gizi
  4. Alergi terhadap susu
  5. Immuno defesiensi
Cara penularan :
  1. Infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan / air minum yang terkontaminasi tinja / muntahan penderita diare. Penularan langsung juga dapat terjadi bila tangan tercemar dipergunakan untuk menyuap makanan.
Istilah diare :
Diare akut
= kurang dari 2 minggu
Diare Persisten
= lebih dari 2 minggu
Disentri
= diare disertai darah dengan ataupun tanpa lendir
Kholera
= diare dimana tinjanya terdapat bakteri Cholera

Tatalaksana penderita diare yang tepat dan efektif :
Tatalaksana penderita diare di rumah
    • Meningkatkan pemberian cairan rumah tangga (kuah sayur, air tajin, larutan gula garam, bila ada berikan oralit)
    • Meneruskan pemberian makanan yang lunak dan tidak merangsang serta makanan ekstra sesudah diare.
    • Membawa penderita diare ke sarana kesehatan bila dalam 3 hari tidak membaik atau :
      1. buang air besar makin sering dan banyak sekali
      2. muntah terus menerus
      3. rasa haus yang nyata
      4. tidak dapat minum atau makan
      5. demam tinggi
      6. ada darah dalam tinja



1. Etiologi
Penyakit kusta disebabkan oleh kuman kusta (Mycobacterium leprae) yang menyerang syaraf tepi dengan tanda di kulit

2. Cara Penularan
Penyakit ini dapat ditularkan melalui udara yang mengandung kuman leprae yang dihirup oleh manusia atau bersentuhan langsung dengan luka penderita kusta tipe basah.

3. Jenis/Type Penyakit Kusta
  1. Tipe MB (Tipe Basah), Merupakan tipe yang dapat menularkan kepada orang lain. Dengan tanda - tanda :
    • Bercak keputihan atau kemerahan tersebar merata diseluruh badan.
    • Dengan atau tanpa penebalan pada bercak
    • Pada permukaan bercak, sering masih ada rasa bila disentuh dengan kapas.
    • Tanda-tanda permulaan sering berupa penebalan kulit kemerahan pada cuping teling dan muka.
  2. Tipe PB ( Tipe Kering) Tipe ini tidak menular tetapi dapat menimbulkan cacat bila tidak segera diobati. Tanda-tandanya : bercak putih seperti paru yang mati rasa, artinya bila bercak tersebut disentuh dengan kapas tidak terasa atau kurang terasa.




I. Defenisi
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia dan dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Tetapi dalam air laut, selokan dan air kemih yang tidak diencerkan akan cepat mati.

II. Sumber Penularan
Hewan yang menjadi sumber penularan adalah tikus (rodent), babi, kambing, domba, kuda, anjing, kucing, serangga, burung, kelelawar, tupai dan landak. Sedangkan penularan langsung dari manusia ke manusia jarang terjadi.

III. Cara Penularan
Manusia terinfeksi leptospira melalui kontak dengan air, tanah atau tanaman yang telah dikotori oleh air seni hewan yang menderita leptospirosis. Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (mukosa) mata, hidung, kulit yang lecet atau atau makanan yang terkontaminasi oleh urine hewan terinfeksi leptospira. Masa inkubasi selama 4 - 19 hari.

IV. Gejala Klinis
  1. Stadium Pertama
    • Demam menggigil
    • Sakit kepala
    • Malaise
    • Muntah
    • Konjungtivitis
    • Rasa nyeri otot betis dan punggung
    • Gejala-gejala diatas akan tampak antara 4-9 hari
Gejala yang Kharakteristik
    • Konjungtivitis tanpa disertai eksudat serous/porulen (kemerahan pada mata)
    • Rasa nyeri pada otot-otot
  1. Stadium Kedua
    • Terbentuk anti bodi di dalam tubuh penderita
    • Gejala yang timbul lebih bervariasi dibandingkan dengan stadium pertama
    • Apabila demam dengan gejala-gejala lain timbul kemungkinan akan terjadi meningitis.
    • Stadium ini terjadi biasanya antara minggu kedua dan keempat.
Komplikasi Leptospirosis
    • Pada hati : kekuningan yang terjadi pada hari ke 4 dan ke 6
    • Pada ginjal : gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian.
    • Pada jantung : berdebar tidak teratur, jantung membengkak dan gagal jantung yang dapat mengikabatkan kematian mendadak.
    • Pada paru-paru : batuk darah, nyeri dada, sesak nafas.
    • Perdarahan karena adanya kerusakan pembuluh darah dari saluran pernafasan, saluran pencernaan, ginjal, saluran genitalia, dan mata (konjungtiva).
    • Pada kehamilan : keguguran, prematur, bayi lahir cacat dan lahir mati.

Prosedur Penanganan Limbah Infeksi dan Non-Infeksi

Limbah Infeksi

Limbah yang berpotensi dapat menularkan penyakit. Dan didalam akupunktur itu sendiri, limbah infeksi seperti jarum bekas.
Prosedur penanganannya yakni dengan mengumpulkan jarum akupunktur yang sudah terpakai dalam satu tempat, seperti kaleng atau botol bekas, ditutup lalu botol atau kaleng tersebut dapat ditanam ke dalam tanah sedalam kurang lebih 50 cm, atau dibawa ke rumah sakit diserahkan untuk dimusnahkan.

Limbah Non-Infeksi

Limbah yang tidak berpotensi menularkan suatu penyakit. Di dalam akupunktur limbah non-infeksi misalnya kapas untuk mensterilkan letak titik pada tubuh pasien dengan menggunakan alkohol
Prosedur penanganannya yakni dapat dengan langsung di buang ke tong sampah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar