Teknik
Terapi Akupunktur dan Moksibusi
- Kegunaan alat-alat akupunktur utama dan penunjang yang dipergunakan dalam melakukan terapi
- Jarum, digunakan sebagai sarana untuk memberikan rangsangan, perawatan, pemeliharaan dan peningkatan, atau juga bisa untuk mengeluarkan darah pada titik-titik tertentu. Terdiri dari :
|
JARUM PRISMA
(SAN LIN
CEN)
|
Pengeluaran darah untuk
penyakit-penyakit dengan penyumbatan dalam saluran Luo. Pembekuan darah
dengan akibat peredaran darah menjadi tidak lancar. Pemacetan Qi dalam
saluran meridian. Sindrom Shi khusus dipakai dalam manipulasi cara pelemahan
|
|
JARUM KULIT (PIFUCEN)
|
Untuk merangsang Qi dalam
saluran-saluran Luo kecil pada permukaan kulit, karena itu merangsang pula
meridian Zang-Fu
|
|
JARUM PEMANAS
|
Setelah jarum halus ditusukkan ke
pasien, batang jarum diberi moxa yang sudah dipotong kecil sebesar kira-kira
1 cun, lalu dibakar sehingga menimbulkan rasa hangat yang disalurkan dari
jarum ke meridian tubuh pasien.
|
|
MOXA
|
-
Digunakan untuk memberikan efek panas pada
titik tertentu untuk mengembalikan keseimbangan energi
-
Menghayati peredaran Qi Xue sehingga
menjadi lancar, mengusir penyebab Yin Han (Yin Dingin)
-
Menghayati Yang, memperbaiki denyut nadi,
menolong dari bahaya kematian
-
Mencegah penyakit, menguatkan daya tahan
tubuh
|
- Energi listrik, digunakan untuk meningkatkan respon pada sel dan jaringan pada tubuh manusia.
|
||
|
A
|
KECEPATAN
Menentukan
Penguatan dan Pelemahan
|
Penguatan penusukan dilakukan dengan
perlahan-lahan bertahap (3 tahap ; tahap langit, manusia dan tahap bumi), pada
pencabutan harus cepat langsung ujung jarum tiba dibawah kulit
|
|
B
|
PENANAMAN-PENCABUTAN Menentukan
Penguatan dan Pelemahan
|
Cara pelemahan-penguatan berdasarkan
kekuatan tangan serta kecepatan jari pada penanaman dan pencabutan jarum
|
|
C
|
PERPUTARAN
Menentukan
Penguatan dan Pelemahan
|
Cara penguatan-pelemahan berdasarkan
pada arah perputaran kekiri atau kekanan serta bertenega atau tidak bertenaga
|
|
D
|
MENGIKUTI-MELAWAN ARAH Meridian
Menentukan Penguatan-Pelemahan
|
Pada penusukan miring atau mendatar
arah jarum mengikuti aliran Qi. Pada
meridian adalah penguatan, melawan arah adalah pelemahan
|
|
E
|
MEMBUKA-MENUTUP Menentukan
Penguatan-Pelemahan
|
Dengan dasar menutup atau membiarkan
terbuka lubang bekas tusukan
|
|
F
|
MENYAMBUT-MENGANTAR Menentukan
Penguatan dan Pelemahan
|
Penyambutan dan pengantaran terhadap
Qi organ dalam badan sesuai dengan waktu piketnya
|
|
G
|
EKSPRESI-INSPIRASI Menentukan
Pelemahan-Penguatan
|
Penguatan :
Pada saat ekspresi jarum ditusukkan
menunggu inspirasi dilakukan penarikan jarum, udara keluar – jarum masuk,
udara masuk jarum keluar
Pelemahan :
Inspirasi jarum ditusukkan, ekspresi
jarum dicabut
|
|
H
|
LAMANYA JARUM
ditinggal
Menentukan Penguatan – Pelemahan
|
Penguatan : Setelah mendapat Qi,
tidak lama ditinggal langsung dicabut kambuh
Pelemahan : Sekalipun Qi telah
didapat jarum ditinggalkan sampai Qi menyebar dengan sendirinya.
|
|
I
|
SEMBILAN – ENAM Menentukan
Penguatan-Pelemahan
|
Dalam penguatan diambil jumlah 9
atau 3x9 (27 kali)
Dalam pelemahan diambil 6 atau 3x6 (
18 kali)
Pada penyakit berat maka jumlah itu
berubah menjadi 7 untuk Penguatan dan 6 untuk Pelemahan
|
.
TEKNIK
TERAPI AKUPUNKTUR DAN MOKSIBUSI
1. Hal yang perlu dipertimbangkan
dalam menyusun rencana terapi
a. Menentukan alat
yang digunakan dalam terapi
Ø menggunakan
jarum
Ø menggunakan
moxa
Ø menggunakan
keduanya, jarum dan moxa
b. Menentukan itik
yang dipakai dalam terapi, yakni :
Ø titik causal
-
jika kelainan pada meridian, titiknya Luo, Su
dan U-Su
-
jika kelainan pada organ Zang, titiknya Shu
Belakang dan titik Yuan
-
jika kelainan pada organ Fu, titiknya Mu,
He/He Bawah
Ø titik
symptomatis, merupakan titikpelengkap jika ada keluhan tambahan
c. Tentukan Teknik Manipulasi
d. Menentukan Jadwal Terapi
e. Anjuran
f. Prognosis
2. Hal-hal yang mempengaruhi dalam
menentukan jadwal terapi
-
dilihat dari kelainannya, penyakit tersebut
baru (akut) atau lama (kronis)
-
jenis penyakitnya ; Xu/Shi, panas/dingin,
luar/dalam
3.
a. Prognosis adalah proses perjalanan dari suatu kelainan/penyakit.
b.. Hal-hal yang mempengaruhi prognosis
-
Lama atau barunya penyakit
-
Tingkat Kronis/akutnya suatu penyakit
- Tingkat kesadaran
Pasien
-
Hasil diagnosa dokter
TEKNIK
PENUSUKAN DAN MOKSIBUSI, LATIHAN DIAGNOSIS, LATIHAN PENUSUKAN JARUM
Lakukan penusukan sedasi antar teman
atau pada diri sendiri
→ dilakukan pada diri sendiri pada
titik LR3 (Taycung), selama 20 menit
Lakukan penusukan tonifikasi antar
teman atau pada diri sendiri
→ dilakukan pada teman pada titik KI3
(Taixi), selama 10 menit
Kapan boleh dilakukan terapi
moksibusi, bagaimana tekniknya
Moxa digunakan untuk kasus kelainan
yang bersifat Dingin, tekniknya
dibakar dan dihangatkan pada titik-titik akupunktur.
Macam-macam Moxa
o
Moxa kerucut,
jenis
moxa yang dibentuk menyerupai kerucut yang dibawahnya menggunakan alas dari
jahe, bawang merah atau garam (untuk dipusar).
o
Moxa Jarum, jenis moxa
yang dipotong-potong kecil kemudian ditancapkan pada jarum akupunktur yang
sudah ditusukkan ke pasien.
o
Moxa
silinder, jenis moxa panjang yang digunakan ke pasien.
TEKNIK
PENUSUKAN DAN MOKSIBUSI, LATIHAN DIAGNOSIS, LATIHAN PENUSUKAN JARUM
Lakukan pemerikasaan, analisa dengan 4
cara pemeriksaan, tuliskan diagnosanya dengan baik dan benar
1. Keluhan Utama : Batuk Berdarah
2.
Letak Kelainan : Organ Paru
3.
Jenis Kelainan : Shi
4.
Sifat Kelainan : Panas (Re)
5. Penyebab Penyakit : Penyebab Penyakit Golongan III
(karena adaptasi yang salah)
Kesimpulan : Batuk Berdarah karena Shi
Paru akibat Penyebab Penyakit Gol. III
yaitu adaptasi yang salah.
Buatlah
rencana terapi pada pasien
1.
Jenis terapi : Akupunktur
2.
Alat terapi : Jarum
3.
Titik akupunktur :
o Causal : BL13 (shu belakang paru) dan LU9 (yuan
paru)
LU5 (titik anak/sedasi)
o Symptom : LU7 dan KI6 (TIMI untuk paru-paru dan
diagfragma)
CV22 (Ase-Point)
ST36 (untuk meningkatkan stamina)
4.
Teknik manipulasi
Sie (sedasi), pada titik BL13, LU9
dan LU5
Bu (tonifikasi),pada titik LU7, KI6,
ST36 dan CV22
5.
Jadwal Terapi : 2 X seminggu
6.
Anjuran : merubah
kebiasaan hidup, yaitu :
- makan
teratur
- berhenti
rokok
- rileks
7.
Prognosis : Baik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar