|
Fenomena
Organ
|
- Fenomena patologis organ-organ Zang yang mendukung dalam menentukan diagnosis
|
JANTUNG
(HT)
|
Menguasai
darah, pembuluh darah. Bila darah kurang maka akan tampak pucat,
nyeri, gatal-gatal, bisulan. Menguasai
pikiran dan mental, lemahnya pikiran dan mental akan terlihat ;nafsu makan menurun, sukar tidur, badan kurus tak
bertenaga, kulit layu kering.Bila jantung terlalu kuat menjadi mania, gembira
yang tak terbendung, Jantung berhubungan dengan dunia luar melalui lidah,
gangguan pada jantung akan ditemukan kelainan pada lidah baik bentuk dan
warna
|
|
PARU-PARU
(LU)
|
Kuatnya paru-paru akan menyebabkan batuk kronis, riak berwarna kuning
atau bening, rongga dada terasa kaku, asma, nafas tersengal-sengal, Lemahnya
paru-paru menyebabkan nafas tersengal-segal, batuk, suara lemah, mudah merasa
kedinginan, kelelahan, tenggorokan
kering, demam ringan, berkeringat di malam hari, merasa haus terus
|
|
HATI
(LR)
|
Kuatnya hati akan menyebabkan perut
kembung atau hypochondria (depresi
dan terbayangkan hal-hal aneh), Sakit di daerah dada, sering mendesah, mental
dan emosifluktuasi, sakit kepala,
nafsu makan hilang, mudah marah,
pencernaan, pusing, mulut terasa pahit, Lemahnya hati akan menyebabkan anemia, menstruasi tidak teratur, badan terasa kaku, kuku mudah patah, pusing, penglihatan kabur, muka pucat, bibir
pucat, otot-otot lemah, mudah kram,
otot kejang.
|
|
LIMPA
(SP)
|
Kuatnya limpa akan menyebabkan
kurang nafsu makan, epigastrium terasa kaku, badan terasa dingin, kepala
terasa berat, mencret, haus tapi tidak minum, muntah, mudah lelah, badan
terasa berat, anus terasa terbakar, banyak cairan pada bagian tubuh tertentu
(edema). Lemahnya limpa akan menyebabkan kurang selera makan, abdomen
membengkak setelah makan, kelelahan, kotoran berwarna kuning, tungkai lemah,
mencret, nafas tersengal-sengal, mual, rasa berat(Feeling of heaviness),
menggigil kedinginan, tungkai dingin, lambung prolapse, uterus, anus atau
vagina, titik darah di bawah permukaan kulit (memar), darah pada kotoran atau
air kencing, monorrhagia, vericose veins, banyak cairan pada bagian tubuh
tertentu (edema).
|
|
GINJAL
(KI)
|
Lemahnya ginjal dapat menyebabkan
pusing-pusing,tinnitus, vertigo,
tuli, mudah lupa, selalu merasa haus, sakit punggung, lutut sakit, sembelit,
berkeringat pada malam hari, tulang pipi merah, insomnia, hiperseks,
kelelahan, sering kencing, diare, tungkai dan punggung dingin, muka pucat,
tidak subur, ejakulasi dini, edema pada
kaki, incontinence, mandul
mencret, sperma tidak berisi, batuk, sesak nafas, asma, pembentukan tulang tubuh tidak sempurna, tulang
tidak keras, gigi rapuh, mudah rambut putih, kurang energi seksual, Kuatnya ginjal tidak ada kondisi kelebihan
|
- . Fenomena Patologis dari Organ-organ Fu yang mendukung dalam menentukan diagnosis
a)
Kantung Empedu (GB)
Kuatnya kantung
empedu dapat menyebabkan gejala sakit pada daerah organ tubuh tertentu
(hypochondiac pain), pusing, muntah-muntah, tidak mampu mencerna lemak dan
mulut pahit.
Lemahnya Kantung
empedu dapat menyebabkan pusing-pusing, penglihatan kabur, mudah bingung,
selalu was-was, kurang keberanian, sering menghela nafas
b)
Lambung (ST)
Kuatnya lambung dapat
menyebabkan rasa panas pada epigatrium,
haus terhadap minuman dingin, selalu merasa
lapar, bengkak, mudah memar dan mengalami pendarahan, pusing, muntah
setelah makan, nafas tersengal-sengal, mendadak sakit pada epigastrium, merasa
kedinginan, muntah cairan encer atau
berupa air.
Lemahnya lambung
dapat menyebabkan kurang selera makan, mencret, kelelahan, tungkai lemah,
epigastrium terasa tidak nyaman, bersendawa, mual, muntah-muntah, demam atau
badan terasa panas di siang hari, sembelit, sakit pada epigastrium, mulut dan
tenggorokan terasa kering, merasa penuh setelah selesai makan
c)
Usus Kecil (SI)
Kuatnya usus kecil
dapat menyebabkan bintil-bintil pada
lidah, sakit tenggorokan, sakit abdominal, haus, air kencing berbau dan berwarna keruh, saat kencing sakit, darah
pada air kencing, abdomen bawah mengalami rasa sakit yang menusuk dan dapat
menular ke punggung, kentut(borborygmus), makanan tidak dapat dicerna lambung
dan usus kecil (flatulence), sakit pada testis, abdomen terasa ditekan, rasa sakit didalam yang terus berubah-ubah,
muntah-muntah, mencret.
Lemahnya usus kecil
dapat menyebabkan abdominal terasa tidak nyaman, kentut (borborygmus), air
kencing berbaumenusuk, kembung dan mencret.
d)
Usus Besar
Kuatnya usus besar
dapat menyebabkan diare, lendir berdarah, anus terasa panas, kotoran berbau
tajam, menggigil, keringatan, air kencing keruh dan menusuk baunya, mencret
disertai rasa sakit, mencret kronis, kentut(borborygmus)
Lemahnya usus besar
tidak ada kondisi
e)
Kandung Kemih (BL)
Kuatnya kandung kemih
dapat menyebabkan sering kencing, rasa panas atau sulit kencing, air kencing
keruh atau berwarna kuning, demam, haus, banyak kencing dan air kencing bening
Lemahnya kandung kemih
dapat menyebabkan sering kencing, air kencing warna pucat, tak dapat menahan kencing (incontinence), ngompol (enuresis)
- Peran Konsep Fenomena Organ dalam menentukan Terapi
Untuk mengetahui
peristiwa atau aktifitas organ yang ditampakkan keluar secara normal atau
Abnormal (Patologi) sehingga gejala-gejala yang nampak atau yang timbul dan
atau dirasakan oleh seorang pasien dapat diketahui,
Bila organ Xu maka
diambil tindakan Bu dalam terapinya. Dan apabila organ-organ Zang/Fu Shi, maka
diambil tindakan Xie dalam terapinya.
- Peran Konsep Fenomena Organ dalam menentukan Prognosis
Untuk memonitoring
fungsi dari suatu organ, apakah setelah dilakukan terapi fungsi dari organ itu
membaik/mengarah pada perbaikan atau tidak.
Prognosis baik bila
penyakit bergerak dari organ Zang ke organ Fu. Bila keadaan memburuk penyakit
bergerak dari organ Fu ke organ Zang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar