Jumat, 08 Juli 2016

Fenomena Organ ( LKP ELPIKHI Lembaga Pendidikan Akupuntur di Bogor )



Fenomena Organ


  1. Fenomena patologis organ-organ Zang yang mendukung dalam menentukan diagnosis
JANTUNG
(HT)

Menguasai darah, pembuluh darah. Bila darah kurang maka akan tampak pucat, nyeri, gatal-gatal, bisulan. Menguasai pikiran dan mental, lemahnya pikiran dan mental akan  terlihat ;nafsu makan menurun, sukar tidur, badan kurus tak bertenaga, kulit layu kering.Bila jantung terlalu kuat menjadi mania, gembira yang tak terbendung, Jantung berhubungan dengan dunia luar melalui lidah, gangguan pada jantung akan ditemukan kelainan pada lidah baik bentuk dan warna
PARU-PARU
(LU)

Kuatnya paru-paru akan menyebabkan batuk kronis, riak berwarna kuning atau bening, rongga dada terasa kaku, asma, nafas tersengal-sengal, Lemahnya paru-paru menyebabkan nafas tersengal-segal, batuk, suara lemah, mudah merasa kedinginan, kelelahan, tenggorokan kering, demam ringan, berkeringat di malam hari, merasa haus terus
HATI
(LR)

Kuatnya hati akan menyebabkan perut kembung atau hypochondria (depresi dan terbayangkan hal-hal aneh), Sakit di daerah dada, sering mendesah, mental dan emosifluktuasi, sakit kepala, nafsu makan hilang, mudah marah, pencernaan, pusing, mulut terasa pahit, Lemahnya hati akan menyebabkan anemia, menstruasi tidak teratur, badan terasa kaku, kuku mudah patah, pusing, penglihatan kabur, muka pucat, bibir pucat, otot-otot lemah, mudah kram, otot kejang.
LIMPA
(SP)

Kuatnya limpa akan menyebabkan kurang nafsu makan, epigastrium terasa kaku, badan terasa dingin, kepala terasa berat, mencret, haus tapi tidak minum, muntah, mudah lelah, badan terasa berat, anus terasa terbakar, banyak cairan pada bagian tubuh tertentu (edema). Lemahnya limpa akan menyebabkan kurang selera makan, abdomen membengkak setelah makan, kelelahan, kotoran berwarna kuning, tungkai lemah, mencret, nafas tersengal-sengal, mual, rasa berat(Feeling of heaviness), menggigil kedinginan, tungkai dingin, lambung prolapse, uterus, anus atau vagina, titik darah di bawah permukaan kulit (memar), darah pada kotoran atau air kencing, monorrhagia, vericose veins, banyak cairan pada bagian tubuh tertentu (edema).
GINJAL
(KI)

Lemahnya ginjal dapat menyebabkan pusing-pusing,tinnitus, vertigo, tuli, mudah lupa, selalu merasa haus, sakit punggung, lutut sakit, sembelit, berkeringat pada malam hari, tulang pipi merah, insomnia, hiperseks, kelelahan, sering kencing, diare, tungkai dan punggung dingin, muka pucat, tidak subur, ejakulasi dini, edema pada kaki, incontinence, mandul mencret, sperma tidak berisi, batuk, sesak nafas, asma, pembentukan tulang tubuh tidak sempurna, tulang tidak keras, gigi rapuh, mudah rambut putih, kurang energi seksual, Kuatnya ginjal tidak ada kondisi kelebihan

  1. . Fenomena Patologis dari Organ-organ Fu yang mendukung dalam menentukan diagnosis

a)    Kantung Empedu (GB)
Kuatnya kantung empedu dapat menyebabkan gejala sakit pada daerah organ tubuh tertentu (hypochondiac pain), pusing, muntah-muntah, tidak mampu mencerna lemak dan mulut pahit.
Lemahnya Kantung empedu dapat menyebabkan pusing-pusing, penglihatan kabur, mudah bingung, selalu was-was, kurang keberanian, sering menghela nafas

b)    Lambung (ST)
Kuatnya lambung dapat menyebabkan rasa panas pada epigatrium, haus terhadap minuman dingin, selalu merasa lapar, bengkak, mudah memar dan mengalami pendarahan, pusing, muntah setelah makan, nafas tersengal-sengal, mendadak sakit pada epigastrium, merasa kedinginan, muntah cairan encer atau berupa air.
Lemahnya lambung dapat menyebabkan kurang selera makan, mencret, kelelahan, tungkai lemah, epigastrium terasa tidak nyaman, bersendawa, mual, muntah-muntah, demam atau badan terasa panas di siang hari, sembelit, sakit pada epigastrium, mulut dan tenggorokan terasa kering, merasa penuh setelah selesai makan

c)    Usus Kecil (SI)
Kuatnya usus kecil dapat menyebabkan bintil-bintil pada lidah, sakit tenggorokan, sakit abdominal, haus, air kencing berbau dan berwarna keruh, saat kencing sakit, darah pada air kencing, abdomen bawah mengalami rasa sakit yang menusuk dan dapat menular ke punggung, kentut(borborygmus), makanan tidak dapat dicerna lambung dan usus kecil (flatulence), sakit pada testis, abdomen terasa ditekan, rasa sakit didalam yang terus berubah-ubah, muntah-muntah, mencret.
Lemahnya usus kecil dapat menyebabkan abdominal terasa tidak nyaman, kentut (borborygmus), air kencing berbaumenusuk, kembung dan mencret.

d)    Usus Besar
Kuatnya usus besar dapat menyebabkan diare, lendir berdarah, anus terasa panas, kotoran berbau tajam, menggigil, keringatan, air kencing keruh dan menusuk baunya, mencret disertai rasa sakit, mencret kronis, kentut(borborygmus)
Lemahnya usus besar tidak ada kondisi

e)    Kandung Kemih (BL)
Kuatnya kandung kemih dapat menyebabkan sering kencing, rasa panas atau sulit kencing, air kencing keruh atau berwarna kuning, demam, haus, banyak kencing dan air kencing bening
Lemahnya kandung kemih dapat menyebabkan sering kencing, air kencing warna pucat, tak dapat menahan kencing (incontinence), ngompol (enuresis)


  1. Peran Konsep Fenomena Organ dalam menentukan Terapi

Untuk mengetahui peristiwa atau aktifitas organ yang ditampakkan keluar secara normal atau Abnormal (Patologi) sehingga gejala-gejala yang nampak atau yang timbul dan atau dirasakan oleh seorang pasien dapat diketahui,
Bila organ Xu maka diambil tindakan Bu dalam terapinya. Dan apabila organ-organ Zang/Fu Shi, maka diambil tindakan Xie dalam terapinya.


  1. Peran Konsep Fenomena Organ dalam menentukan Prognosis

Untuk memonitoring fungsi dari suatu organ, apakah setelah dilakukan terapi fungsi dari organ itu membaik/mengarah pada perbaikan atau tidak.
Prognosis baik bila penyakit bergerak dari organ Zang ke organ Fu. Bila keadaan memburuk penyakit bergerak dari organ Fu ke organ Zang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar